Resensi Cerpen

Judul Cerpen   : Inisial
SR
Pengarang       : Ghifani
Azhar, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi,

Universitas Negeri Jakarta

Sinopsis
Perempuan tokoh utama ini terus menerus memikirkan tentang inisial SR. Dimana pun
ia berada, seperti diparkiran, lampu merah, bahkan ketika sedang mendengarkan
sebuah radio, pasti selalu teringat akan inisial tersebut. Kebiasaan saat berjalan dan
menggerakkan tangan pun selalu teringat. Namun kekaguman hanyalah sebuah
kekaguman. Ia hanya dapat menatap dari punggung karena tidak sanggup untuk
menatap matanya.
Saat itu, SR menawarkan kepadanya untuk ke Perpustakaan
Nasional bersama. Betapa terkejutnya ia diajak oleh seorang yang dikagumi
untuk pergi bersama ke Perpusnas. Akan tetapi ia menolak dengan halus tawaran
untuk pergi bersama, namun akhirnya tokoh utama perempuan tersebut pun bersedia untuk pergi bersama ke Perpusnas. Disepanjang
perjalanan ketika SR sedang bercerita tentang kisahnya serta apapun pendapatnya
mengenai sesuatu hal entah itu tentang kemacetan dijalan raya hingga tentang
cinta yang datang tanpa diundang itu membuat perempuan itu juga bercerita panjang
mengenai pembicaraan tersebut. Tidak pernah ia bercerita panjang dengan
orang yang baru dikenalnya bahkan belum dua jam selain dengan yang berinisial SR.
Mereka berdua memiliki banyak kesamaan di antaranya membenci durian,
menyukai club Barcelona bahkan saat itu mereka berdua sedang mengerjakan tugas
yang sama dengan dosen yang sama. Sepanjang kegiatan yang dilalui nya, ia selalu menatap kagum apa yang dilakukan oleh SR. Keakraban yang terjalin
membuat sebuah harapan di hati perempuan itu. Ketika jatuh tempo peminjaman buku, ia berharap bahwa akan bertemu lagi dengan SR, namun hal itu tidak terjadi
Pernah ia melihat sosok SR dikampus dengan sekumpulan
teman-temannya, berpapasan di sebuah gedung, dan melihatnya sedang makan
dikantin, berharap SR memanggil dan megajaknya untuk makan di meja yang sama dan
melanjutkan cerita yang mereka berdua sempat ceritakan ketika diperjalanan ke
Perpusnas. Namun tidak terdengar sapaan dari mulut SR satu kata pun. SR hanya
tersenyum kecil dan diiringi dengan anggukan penghormatan. Lalu ia berkesimpulan mungkin dirinya lah yang berlebihan. Seseorang yang berinisial SR lah yang memberikan
pemahaman baru tentang sebuah harapan dan tentang kasih tak sampai kepadanya. Pria
yang menggantungkan inisial SR di tasnya.
Tanggapan
Cerpen ini sangat menarik untuk dibaca karena disini
menceritakan tentang kisah hidup yang biasanya dialami oleh para remaja dan
banyak memberikan pelajaran hidup bagi siapapun yang membacanya.  Walau
disini diberikan hasil yang tidak dapat diduga namun di cerpen ini dapat
memberikan pelajaran bahwa sebuah harapan yang berlebihan dapat membuat sikap
yang belebihan.
Gaya penulisan sederhana yang dipakai penulis dalam menulis
cerpen ini mudah dimengerti oleh pembaca pemula. Namun dibalik gaya penulisan nya, tersirat makna dan kesan yang mendalam dari deskripsi yang diberikan. Penulis
memberikan potongan dialog yang terjadi dalam cerpen tersebut.
Alur yang dipakai oleh penulis merupakan alur mundur, dimana
disebutkan bahwa tokoh tersebut mengingat hal yang pernah ia alami sebelumnya.
Hal tersebut dapat ditemukan diawal cerita yang menyebutkan bahwa ia mengingat
awal pertemuannya dengan seseorang yang dikisahkan.
Hal unik yang ada di cerpen ini yaitu penempatan sudut pandang
orang pertama pelaku utama, yaitu Aku. Jadi sepanjang cerita, seorang ‘aku’ menceritakan
kisah yang terjadi pada sebuah pertemuan di perpustakaan hingga ke situasi
dimana pertemuan tersebut tidak dijalain kembali dengan sebuah hubungan yang
berlanjut.
Cerpen ini layak dibaca oleh seluruh kalangan remaja dan
dewasa karena ini merupakan kisah sebuah kekaguman seseorang. Cerpen ini pernah dimuat pada newsletter Lembaga Kajian Mahasiswa UNJ 2015 lalu.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *