Sistem Pendidikan Abad Milenium

Sumber. huffingtonpost
Pendidikan merupakan suatu proses yang terdiri
dari beberapa tahapan
seperti pengajaran, pelatihan, serta keahlian soft skill terutama di pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi tidak hanya berfungsi
untuk mempersiapkan lulusan yang terdidik, terlatih dan terampil, namun juga
berperan sebagai pengembang softskill
mahasiswa yang terpadu. Berdasarkan Riset Institut Economy Policy tahun 2014 menyatakan bahwa 7% dari lulusan
perguruan tinggi menjadi pengangguran dan hampir 15% menjadi pengangguran
terselubung. Memasuki abad
milennium
pendidikan di Amerika memberikan terobosan
terbaru dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum, yakni dengan menerapkan
sistem Liberal Arts dan program MBA.

Liberal Arts –MBA Terobosan
Bersinergi

Memasuki abad
milennium
pendidikan di Amerika memberikan terobosan
terbaru dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum, yakni dengan menerapkan
sistem Liberal Arts dan program MBA.
Arts dalam Liberal Arts memiliki arti yang berbeda
secara harfiah dari Arts sebagai
seni. Istilah Arts disini mengacu
pada semua ilmu/mata pelajaran/mata kuliah yang dianggap penting dipelajari
oleh rakyat bebas. Liberal Arts adalah sistem pendidikan yang berbeda dari sistem pendidikan
yang ada di Indonesia. Beberapa hal yang menunjukkan perbedaanya adalah  Liberal
Arts 
mengajarkan pengetahuan umum tentang cara berpikir yang tidak diajarkan di sistem
pendidikan pada umumnya. Dengan mempelajari banyak ilmu pengetahuan
di Liberal Arts, mahasiswa terbiasa untuk berpikir
secara analisis, rasional, terorganisir, kritis, dan mengambil keputusan dengan
bijak, sehingga pada akhirnya mereka menjadi seorang intellect, mampu
mengorganisir dirinya sendiri maupun orang lain, bekerja dengan baik di
berbagai bidang, serta menghargai orang lain. Sistem pendidikan saat ini umumnya berfokus pada satu jenis kemampuan berdasarkan jurusan yang mahasiswa pilih. Namun, setelah lulus para mahasiswa baru  menyadari bahwa kemampuan yang
lebih berharga didapatkan dari dalam dirinya sendiri adalah cara berpikir, kreatifitas, dan lainnya, sehingga
mereka bisa berdiri dengan kakinya sendiri. Dalam sistem Liberal Arts mahasiswa di ajak lebih mendasar mempelajari pada bidang alam, sosial,
dan kemanusiaan yang mencakup sejarah, agama, filsafat dan seni. Artinya, setiap mahasiswa yang
mengambil kurikulum Liberal Arts
mendapatkan pengetahuan yang luas dan mendasar mengenai bidang tersebut. Hematnya,
pendidikan Liberal Arts merupakan
pengembangan individu melalui pengetahuan mendasar dan komperhensif.
Sistem Liberal Arts
di Indonesia

Sistem Liberal Arts di Indonesia belum banyak diterapkan pada perguruan tinggi
yang menghasilkan sarjana. Padahal, di negara barat seperti Amerika Serikat,
sistem Liberal Arts mulai diterapkan dari jenjang Sekolah Dasar
hingga Perguruan Tinggi.
Selain digunakan di Amerika
Serikat, Indonesia pun sudah mulai melirik sistem Liberal Arts ini. Di Indonesia sendiri
sebenarnya sudah  terdengar wacana untuk menggunakan sistem Liberal Arts pada perguruan tinggi
negeri (PTN). Beberapa PTN yang telah mewacanakan penerapan sistem Liberal Arts diantaranya Universitas
Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan lainnya. Namun, sampai
sekarang mereka belum memulai sistem Liberal
Arts
ini. Sedangkan, beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) sudah satu langkah
lebih dulu menerapkan sistem Liberal Arts
di kampusnya, seperti di Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) dan Universitas
Pelita Harapan (UPH).
Materi Liberal Arts yang diterapkan
di UPJ adalah Pengantar Ilmu Pengetahuan Alam (mempelajari
dasar-dasar ilmu fisika, kimia, biologi, dan
kebumian) dan Pengantar Ilmu Pengetahuan
Sosial (mempelajari dasar-dasar
psikologi, antropologi, sosiologi, dan ekonomi). Sedangkan di UPH,
materi Liberal Arts yang dimasukkan berupa Asian Thought (mempelajari pemikiran-pemikiran filosofi dari India (Asia Selatan),
China dan Jepang (Asia Timur).
Kelebihan dan Kekurangan Liberal Arts

            Pada Liberal Arts kita dibebaskan untuk memilih
bidang yang kita minati sehingga kita dapat menjadi seseorang yang pandai di
berbagai bidang. Namun, sayangnya
belum banyak orang yang bisa merasakan manfaat Liberal Arts. Hal itu disebabkan karena Liberal Arts merupakan sistem baru yang masuk ke Indonesia,
sehingga masyarakat belum mengenal dan mengerti tentang Liberal Arts. Kurangnya
sosialisasi tentang pengenalan Liberal Arts dalam lingkungan pendidikan merupakan suatu hambatan
yang besar. Selain itu sistem Liberal Arts
memiliki kekurangan diantaranya mahasiswa menjadi kurang fokus
terhadap suatu bidang ilmu, karena mereka dibebaskan untuk mengambil segala
jenis mata kuliah.
Program MBA
sebagai kelanjutan

Selain Liberal Arts terobosan yang tak kalah penting dari
pendidikan Amerika adalah program MBA, yang dapat dijadikan solusi dari
permasalahan pengangguran. MBA (Master of Business Administration) merupakan suatu gelar dalam manajemen bisnis. Tidak
sedikit sarjana yang menganggur setelah mereka menyelesaikan pendidikan strata satunya. Menjadi seorang sarjana tidaklah
cukup untuk menghadapi persaingan dalam dunia kerja seperti  saat ini. Oleh karena itu, melalui program MBA kita dapat menambah skill
yang pastinya akan menambah nilai kita di dunia kerja. Hal itulah yang membuat
program MBA dikenal dapat memberikan keunggulan yang kompetitif serta pelatihan
yang spesifik untuk mempersiapkan tenaga kerja yang sesuai
dengan yang kebutuhan lapangan. Selain itu program MBA juga mengajarkan prinsip-prinsip dasar bisnis dan
kewiraswastaan yang bisa dimanfaatkan untuk memulai suatu usaha pribadi. Hal
itulah yang menjadikan alasan mengapa program MBA dapat mengurangi jumlah
pengangguran.
Liberal Arts  dan program MBA merupakan dua terobosan
terbaru dala dunia pendidikan memasuki abad millennium ini. Di tahun 2020 nanti
semua orang dituntut untuk bisa berpikir kritis, dan hal itu lah yang di
tawarkan oleh sistem Liberal Arts, di
mana dalam proses pendidikannya para mahasiswa di ajak untuk terus berpikir
mendalam dan kritis. Dengan begitu kemampuan mahasiswa dalam dunia perkuliahan
dan dunia kerja menjadi sinkron. Pada akhirnya jumlah pengangguran dapat
berkurang. Kemudian, program MBA sendiri juga menawarkan kepada mahasiswa yang
masih belum cukup puas dengan program strata satunya untuk melanjutkan ke
program master, MBA menawarkan
keunggulan programnya di mana para mahasiswanya diajarkan untuk menjadi seorang
propesional dalam dunia bisnis serta kewiraswastaan. Indonesia sudah seharusnya
sedikit demi sedikit mengadopsi sistem Liberal
Arts
, kemudian dengan mereknonstruksi sedikit sistemnya agar tidak ada
kekurangan seperti yang sudah dipaparkan di atas. (DH/Subdepartment Penelitian dan Pengembangan)
Referensi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

casibom
betcio