Nafas Lega Bebas Riba

satujam.com

“Ibu Henny aku mau ngomong  sesuatu ke kamu nih, beberapa  minggu ini anakku sedang berada di rumah sakit. Kata dokter anakku terkena penyakit demam yang mengharuskannya dia dirawat di rumah sakit. ”  kata ibu Selly yang tiba tiba menghampiri ibu Henny yang sedang berada di belakang  rumahnya. “iyaa sekarang lagi musim pancaroba nih yang engga tau cuacanya tidak pasti.  Kadang pagi ujan deres, ehh tiba tiba siangnya panas banget, dan kadang sebaliknya. Emang bu harus hati hati dan jaga selalu stamina agar daya tahan tubuh engga lemah bu”  balas ibu Henny sambil menjemur  pakaian. “iya bu makanya saya mau minta tolong sama ibu henny boleh ga nih???” kata ibu Selly yang mukanya tiba tiba cemberut. “minta bantuan apa  bu Selly??? Selagi saya mampu , insyallah boleh bu” jawab ibu Henny. “ iya bu karena beberapa hari ini anak saya di rawat di rumah sakit, saya butuh biaya tambahan untuk  membayar kamar di rumah sakit, jadi saya ingin menawarkan motor saya untuk di jual ke ibu, motor ini masih dalam keadaan kredit bu, saya membelinya dengan mengkredit selama 24 bulan. Saya sudah menyicilnya selama 3 bulan bu, niat saya menyicil motor ini waktu itu untuk mengantar anak saya ke sekolah tiap pagi, ehh tapi apa boleh buat kalau kejadiaannya begini yaa saya harus berbuat seperti ini” kata ibu Selly.
 “emang berapa ya bu harga motor nya?” tanya ibu Henny. “saya membeli secara kredit sebesar RP12.000.000 dengan bunga yang rendah hanya 2% ,  jadi saya membayar per bulannya sebesar Rp500.000 di tambah bunganya Rp240.000 jadi total Rp740.000 bu Henny, murah kan bu per bulannya ketimbang beli motor langsung dibayar tunai kan memberatkan”kata ibu Selly yang sedang meyakinkan ibu Henny. ”Oiya lumayan murah juga yaa” pikir ibu Henny. ”saya juga memberikan keringanan kepada ibu Henny, karena saya sudah membayar yang tiga bulan sebelumnya seharga Rp2.220.000, ibu hanya membayar sebesar Rp1.500.000 aja deh ke saya nya” kata ibu Selly yang sedang membutuhkan uang.  “yasudah saya pikir pikir dulu ya bu selly besok ibu kesini lagi aja ya” kata bu Henny. “ iya sampai ketemu besok ya ibu henny” jawab bu Selly.
Malam pun tiba, ibu Henny yang sedang berpikir tentang tawaran bu selly yang memberikan harga motor murah kepadanya. Ibu Henny sedikit tertarik dengan tawarannya, karena sehubung bu Henny bekerja sebagai penjual kue dan memiliki toko kue juga membutuhkan kendaraan untuk membeli barang dagangannya di tempat eceran. Selama ini barang dagangnya diantarkan oleh petugas dari toko eceran dan bu Henny harus memberikan uang tranportasi tambahan. Sering sekali biaya yang diminta tidak sebanding dengan jarak yang ditempuh. Pikir ibu Henny akan menghemat biaya transportasi tambahan tersebut jika ibu Henny bisa membeli barang dagangnya sendiri dengan menggunakan motor yang ditawarkan ibu Selly kepadanya. Pagi pun tiba, “gimana ibu Henny, apakah sudah di pikir pikir tentang tawaran saya kemarin bu???” tanya ibu Selly yang pagi-pagi sudah menghampiri ibu Henny di rumahnya. “setelah saya pikir semalaman, saya setuju deh bu untuk membeli motor yang ibu sedang kredit, yaa kebetulan saya juga membutuhkannya untuk membeli barang dagangan saya bu hehee” jawab ibu Henny. “yasudah saya akan mengambil motor dengan surat suratnya dulu ya bu” kata ibu Selly.
Ketika sore hari, ibu Selly mengantarkan motornya berserta suratnya dengan kwitansi yang bernilai Rp1.500.000 sebagai tanda bukti penjualan motor tersebut. “ ini BPKBnya ya bu, sama kwitansinya ini juga kunci motornya saya serahkan ke ibu yaa. Untuk pembayarannya ibu masih mengatasnamakan nama saya ya bu” kata bu Selly. “ oke terimakasih ya ibu Selly” jawab ibu Henny. “iya saya juga mengucapkan terimakasih ya kepada ibu, ohiyaa saya juga mengingatkan ibu jangan sampai telat bayar ya karena bisa mendapatkan denda, engga besar sih cuma denda Rp20.000 doang untuk biaya administrasi” kata ibu Selly. “ ohh gitu iyaudah semoga saya tidak lupa untuk menyicilnya yaa” jawab ibu Henny. “assalamuallaykum mahh” salam dari Ahmad anak ibu Henny yang baru saja pulang dari sekolahnya. “wallaykumsallam mad” jawab ibu henny dan ibu Selly. “wahh motor baru nihh mah, boleh lahh aku bawa ke sekolah supaya engga naik angkot lagi” kata Ahmad sambil tersenyum melihat ibunya. “hush tidak tidakk, kamu masih belum punya SIM nanti mamah anterin aja ke sekolah, lagi pula motor ini tujuannya untuk membeli barang dagangan mamah di toko” jawab ibu Henny. “iya iyaa dehh “ kata Ahmad.
Bulan demi bulan dijalani ibu Henny menggunakan motor tersebut, cicilan bulanan motor juga sudah ada beberapa bulan terbayar. Namun pada bulan ke lima setelah pembelian motor, ibu Henny merasa pemasukan yang didapatkan semakin berkurang. “apa yaa yang menyebabkan berkurangnya pendapatan saya?” pikir ibu Henny. Pada saat ingin membayar cicilan ke sembilan, ibu Henny tidak mempunyai uang banyak, karena penjualan kue yang beberapa bulan ini menurun. Ibu Henny hanya sanggup membayar cicilan pokoknya saja, ibu Henny menelepon perusahaan yang memberikan kredit motor tersebut dan menceritakan masalahnya. Namun tempat kredit motor tersebut membolehkan ibu Henny untuk membayar cicilan pokoknya saja. Beberapa penyicilan selanjutnya ibu Henny pun hanya membayar cicilan pokoknya saja. Pada bulan selanjutnya ternyata penjualan kue di toko semakin menurun dan keuntungan dari penjualan hanya sanggup memenuhi untuk membeli kebutuhan pokok sehari hari. Ibu Henny pun tidak sanggup untuk membayar cicilan dan akhirnya ibu Henny pun menunggak pembayarannya. Beberapa bulan ibu Henny menunggak pembayaran kreditnya setelah ia melihat tagihan kreditnya, ia merasa terlalu besar untuk membayarnya, karena dengan menunggak pembayaran yang tidak dibayar pada bulan-bulan yang lalu, biaya cicilan semakin besar akibat adanya biaya denda administrasi. Ibu Henny pun semakin bingung dengan kondisi yang dia alami,”bagaimana ya saya melunasi pembayaran kredit ini, padahal penjualan kue di toko tidak meningkat” pikir ibu Henny yang sedang kebingungan.

Hari demi hari raut wajah ibu Henny semakin mengkerut, memikirkan tunggakan motor yang belom mampu dibayarnya. Melihat kondisi ibunya yang sedang bingung Ahmad menanya kan kondisi ibunya “mamah kenapa sii, aku liatin beberapa hari ini mamah mukanya kaya orang kebingungan gituu?” tanya Ahmad yang sedang kasian terhadap ibunya. “ini lho nak, kamu inget kan nak mamah pernah beli motor sama tetangga kita ibu Selly?” tanya ibu Henny.  “ iya mah inget kokk” jawa Ahmad. “iya ini kan mamah beli waktu itu sama ibu Selly dengan kredit, nah mamah beberapa bulan ini belom ngebayar pembayaran kreditnya nihh” kata ibu Henny. “lha mamah ngebeli motor nya secara kredit mahh???” tanya Ahmad sambil kaget. “iyaa nak emang kenapa” jawab ibu Henny sambil kebingungan. “truss pasti pake bunga mahh” tanya Ahmad dengan nada yang keras “iya nak bunganya kecil sii Cuma 2%, kamu kokk tau nakk?” jawab ibu Henny sambil  kebingungan. “yahhh aku kebagian dosanya dong nih pakai barang begituann, kok mamah engga bilang ke aku kalau itu belinya kredit?” kata Ahmad sambil merenung. “emangnya kenapa? Kamu kok bilang tiba tiba dosa, kan mamah juga niatnya beli motor ini dengan tujuan ngebantu ibu Selly yang terkena musibah” jawab ibu Henny dengan nada yang keras karena merasa disalahkan oleh anaknya sendiri. “jadi gini-gini nih mahh, aku engga salahin mamah, tapi kalau misalnya aku tau ini jual beli kredit yang ngegunain tambahan bunga di saat pembayarannya, kan insyallah mamah engga mengalami kodisi seperti ini merenung kebingungan di setiap harinya, soalnya udah terbukti jual beli yang menggunakan transaksi seperti ini akan menyebabkan stres pada orang yang melaksanakan, yaa seperti mamah gituu” kata andi sambil menenangi ibunya. “emang kenapa bikin stres?” tanya ibu Henny. ”yaa mamah udah ngerasaain sendiri kan efek dari kegiatan seperti ini. Kegiatan ini hanya menguntungkan salah satu pihak mam.” Kata Ahmad. “emang iya ya?” tanya ibu Henny. “iya mam gini  nih mamah engga ngerasa di kasih jarak yang lama agar keliatannya pembayaran cicilannya murah, namun pembayaran ini diikat dengan bunga yang setiap bulannya ada, sama juga boong kan. Nah ketika kita engga mampu membayar pembayaranya, kita pasti di kasih alternatif untuk membayar pokoknya saja, tapi secara tidak sadar bunganya tetep berjalan, parahnya lagi ketika kita telat membayar angsuran, kita akan terkena denda nya dan akan memberatkan kita mamm” kata Ahmad. “iyaa sii, tapi kan waktu awal-awal mamah itu, keuntungan mamah cukup untuk membayar angsuran tiap bulannya” kata mamah. “iyaa mam bener, tapi kan kenyataan keadaan ekonomi kan selalu dinamis tidak pernah stabil, kalau kata orang bijak sii di ibaratkan roda, terkadang di atas dan juga bisa di keadaan bawah. Nah yang lebih parah parahnya lagi mahh ketika kita berada di kondisi ekonomi yang di bawah dan engga mampu ngebayar angsurannya, motor kita akan di tarik oleh perusahaan yang memberikan kredit tersebut dan uang kita yang dibayar buat angsuran tersebut tidak akan dikembalikan sepeserpun ” Jawab Ahmad. “oiya kamu bener juga ya nak, trus gimana dong kalau udah terlanjur seperti ini nak?” tanya ibu Henny yang merasa bersalah. “ iyaudah gini aja mam, mamah nge jual motor ini secara tunai ke orang yang mamah percaya, trus mamah juga jangan lupa nge ceritaain kejadian ini agar orang yang akan membelinya mengetahui uang dari penjualan motor kepadanya untuk menutupi angsuran yang tersisa dan agar mamah tidak terikat dengan kegiatan seperti ini lagii” jawab Ahmad sambil menenangkan mamahnya. “trus kita engga punya motor lagi dong nak” tanya ibu Henny yang merasa masih bersalah. “iyaudah mah tenang ajaa tar aku cariin tempat motor yang bisa kredit secara syar’i mam” jawab Ahmad. “lha emang apa bedanya? Tar kaya gini-gini lagi dehh” kata ibu Henny merasa menyesal. “engga mam, beda dong kredit yang syar’i itu kredit yang pembayarannya tidak dikenai bunga dan denda jika telat membayarnya, karena jual beli dengan kredit ini tidak mau menguntungkan satu pihak saja, kegiatan ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Karena di pihak penjual anak mendapat harga yang lebih tinggi jika menggunakan transaksi kredit, dan keuntungan pembeli akan mendapatkan waktu yang lebih lama untuk membayarnya. Dan juga jika kegiatan jual beli kredit yang diberikan bunga atau tambahan saat pembayaran, kegiatan tersebut mengandung unsur Riba mam, nah kejadiaan yang mamah alami ini di sebut Riba Dayn atau riba yang terjadi di dalam kegiatan utang piutang mam, yang lebih spesifik lagi riba ini di sebut Riba Qard. Yang dimaksud Riba Qard ialah peberi hutang atau penjual mensyaratkan kepada peminjam atau pembeli untuk mengembalikan atau membayar hutangnya ditambah bunga mamm, persis seperti kejadian mamah ini kann” kata ahmad. “selain merugikan di dunia, kegiatan ini sangat di tentang sama ALLAH mam karena ALLAH mengharamkan Riba, dan Riba termasuk dari tujuh dosa besar mam” kata Ahmad. “aduh mamah jadi takut nih kalau gini, semoga mama engga ngulangin kejadiaan ini yaa nakk” kata ibu Henny sambil menyesal. “salah satu alternatif lain jika engga mau nyicil, kita nyari motor second aja mah yang masih bagus, kan itu kalau bayar tunaii juga murah mam hehe” kata Ahmad. “ iya iyaa dehh nak, makasih ya nak” jawab ibu Henny 

Ditulis Oleh: Hashfi Aufar (Pendidikan Tata Niaga 2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *