Tak Dapat Tunjangan, Guru di Kabupaten Aceh Lakukan Aksi Mogok Mengajar

(Doc: Google)
  
    Aksi mogok mengajar di dua kecamatan, kabupaten Aceh, Singkil diikuti ratusan guru pada Kamis (6/4). Aksi tersebut dikarenakan mereka tidak terdaftar mendapatkan tunjangan guru tertinggal, terpencil, dan terluar (3T).
   Para guru yang berasal dari Kecamatan Pulau Banyak Barat dan Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, melakukan aksinya itu dengan cara memalang pintu gerbang sekolah-sekolah dan menyampaikan perkataan maaf kepada para siswa. Selain palang pintu, para guru itu melakukan pawai berjalan sembari membawa karton yang berisi protesan terhadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengelilingi Desa Haloban, Kecamatan Pulau Banyak, sambil berteriak memberitahukan kepada masyarakat bahwa mereka tidak akan mengajar sebelum menteri datang ke daerah dan mengabulkan tuntutan mereka.
    Aksi mereka terus dilakukan sesekali singgah di sekolah SD dan SMP sambil berorasi menuntut hak mereka di depan sekolah membawa tulisan tuntutan mereka. Sementara itu, di tempat terpisah guru-guru terpencil di Kecamatan Pulau Banyak melakukan hal yang sama. Mereka berdiri di depan Sekolah SDN-1 Pulau Balai tergabung dari perwakilan semua guru SD, SMP, dan SMA.
   Mereka meluapkan kekecewaan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui poster-poster antara lain berisikan “Pindahkan saja kami guru-guru yang ada di Pulau Banyak ke daratan, ganti dengan saudara-saudara yang di daratan ke Pulau Banyak.”
    Selain melakukan aksi itu para guru tidak tanggung-tanggung mengancam akan memboikot ujian nasional SD, SMP, SMA jika permasalahan tunjangan 3T belum mendapatkan solusi. “Kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar datang ke Pulau Banyak langsung melihat daerah terpencil ini, lihatlah kondisi kami” ucap Yusril, Ketua PGRI Kecamatan Pulau Banyak seperti dilansir Republika.co.id
  Yusril mengatakan, apa yang mereka lakukan karena kekecewaan terhadap kementrian yang tidak menganggap kepulauan ini daerah terpencil. Padahal kriteria daerah mereka masuk dalam Permendikbud yang tertuang pada No 13 tahun 2015. Menurutnya, kejanggalan lainnya yaitu beberapa guru yang selama ini masuk guru 3T pada tahun 2017 terhapus begitu saja tanpa keterangan yang jelas. (WY) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *