Buka Bersama Se-UNJ dalam Rangka Penutupan Dies Natalis ke-53

     Jumat 16 Juni 2017 telah diselenggarakan buka bersama se-UNJ sekaligus penutupan rangkaian Dies Natalis ke-53 Universitas Negeri Jakarta. Acara yang mengangkat tema Ramadhan untuk Persatuan dan Kemanusiaan ini dihadiri oleh seluruh civitas academica, mulai dari dosen, karyawan kampus serta mahasiswa. Acara berlangsung di Masjid Nurul Irfan yang dibuka oleh lantunan musik hadroh dan disambung dengan pembacaan tadarus juz 30 oleh perwakilan BSO Al-Iqtishodi.
    Dihadiri oleh 62 anak yatim dan fakir miskin, acara dilanjut dengan laporan oleh Bapak Ahmad Fauzi, S.Pd, M. Ak selaku ketua pelaksana. Beliau melaporkan bahwa telah terlaksana kegiatan Indonesia Charity yaitu pemberian kotak amal di setiap fakultas sebagai santunan untuk fakir miskin dan anak yatim. Santunan tersebut diberikan secara simbolis oleh Bapak Prof. Dr. Djaali selaku rektor Universitas Negeri Jakarta. Kemudian dilanjutkan pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh M. Abdul Fahmi dan rekannya yang disambung oleh sambutan dan laporan oleh ketua panitia, Bapak Dr. Dedi Purwana yang melaporkan terlaksananya rangkaian Dies Natalis yang terdiri dari kegiatan seminar nasional, perlombaan, dan kegiatan kerohanian. Selanjutnya, sambutan dari Bapak Djaali sekaligus menutup perayaan Dies Natalis ke-53 Universitas Negeri Jakarta yang sebelumnya beliau menyampaikan harapan adanya peningkatan dan nilai tambah untuk Dies Natalis Universitas Negeri Jakarta selanjutnya.
     Sambil menanti waktu berbuka, acara diisi dengan tausyiah oleh sekretaris umum MUI provinsi DKI Jakarta, KH. Zulfa Mustofa yang menyampaikan ceramah mengenai Ramadhan untuk Persatuan dan Kemanusiaan. Dalam ceramahnya, beliau mengatakan bahwa sisi kemanusiaan dan agama di zaman ini mulai hilang dan luntur. “sisi kemanusiaan dan agama di zaman ini mulai luntur karena salah paham dan paham yang salah.” ungkapnya.
Pembacaan doa berbuka oleh Bapak Prof. Dr. Aceng Rahmat menjadi penutup acara buka bersama se-UNJ
   Antusiasme mahasiswa  dari berbagai fakultas pun cukup tinggi. Salah satunya Hanifa Rahma dari prodi Sosiologi Pembangunan. Baginya, acara ini sangat menarik dan bermanfaat karena bisa menyatukan warga Universitas Negeri Jakarta. Ia berharap Universitas Negeri Jakarta lebih demokratis ke depannya. “saya berharap UNJ lebih demokratis, mengajak semua himpunan untuk dilibatkan, tidak hanya sebagian himpunan saja.” ungkapnya. (WY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *