Konsep Ekonomi Sederhana Yang Harus Kamu Ketahui Agar Hidupmu Lebih Mudah

  
Ekonomi mungkin
terdengar seperti ilmu yang yang sulit dipelajari bagi sebagian orang. Layaknya
ilmu yang lain, tidak semua orang tertarik dengan topik yang satu ini atau
mungkin malah sama sekali gak pernah menyentuhnya. Seperti ilmu lainnya juga,
ekonomi pun memiliki peranan tersendiri dalam kehidupan.

Kamu sendiri
sesungguhnya tidak perlu mendalami ekonomi jika ingin membuktikannya. Karena tanpa
disadari, sesungguhnya beragam konsep dan teorinya bahkan tercermin dari
kehidupan kita sehari-hari. Berikut ulasannya!
1.
Opportunity Cost
Salah satu konsep yang paling populer dalam
ekonomi ini sesungguhnya dihadapi oleh kita hampir di setiap waktu lho. Konsep
yang satu ini merupakan salah satu komponen utama dalam proses menetapkan
sebuah keputusan (decision making) di mana dalam prosesnya kamu
dihadapkan dengan berbagai pilihan. Opportunity Cost tak lain meliputi
hal yang harus kamu korbankan (cost) jika kamu memilih salah satu
pilihan.
Contoh: Kamu harus menghadiri
dua acara berbeda di hari dan waktu yang bersamaan. Acara pertama adalah ulang
tahun ibumu, sementara acara yang kedua adalah rapat organisasi di kampusmu.
Jika kamu memilih untuk menghadiri rapat, maka opportunity cost-nya
adalah kamu kehilangan kesempatan untuk bisa menghadiri ulang tahun ibumu.
2.
Marginal Utility Theory
Teori yang satu ini memberikan gambaran mengenai
perilaku kita dalam menentukan cara kita melakukan pengeluaran. Dengan
menghubungkannya dengan tingkat kepuasan konsumen (utility),teori ini
berpendapat bahwa konsumen akan membandingkan biaya yang dibutuhkan dengan
tingkat kepuasan yang akan didapat. Dengan kata lain, kita akan memilih membeli
barang atau jasa yang memberikan kepuasan paling banyak yang bisa didapat dari
uang yang kita miliki.
Contoh: Kamu memiliki uang
senilai Rp 50.000,-. Dengan uang tersebut, kamu bisa membeli tiket nonton film
di bioskop dengan harga yang sama, atau membeli baju seharga Rp 30.000,- dan
sisanya bisa kamu gunakan untuk membeli alat tulis. Menonton di bioskop dapat
memberikanmu kepuasan hanya dua jam saja, namun dengan memiliki baju dan alat
tulis baru kamu masih bisa menggunakannya dalam jangka waktu yang lebih lama.
Berdasarkan teori ini, secara otomatis kamu akan memilih opsi kedua, karena
tingkat kepuasan yang didapat jelas lebih tinggi.
3. Risk-return
trade off
Prinsip ini menjelaskan bahwa keuntungan tidak
lepas dari risiko, dan keduanya berbanding lurus satu sama lain. Untuk
memperoleh keuntungan yang tinggi, otomatis risiko yang harus dihadapi juga
semakin tinggi, begitu pun sebaliknya. Prinsip ekonomi yang satu ini menjadi
salah satu prinsip yang paling umum dan juga tercermin jelas dalam berbagai
bentuk investasi.
Contoh: Berwirausaha cenderung
lebih menguntungkan ketimbang bekerja kantoran biasa. Namun untuk bisa sukses
berwirausaha dibutuhkan modal yang tidak sedikit dan berbagai sumber daya yang
harus dikerahkan. Alhasil, jika merugi, risiko kerugian yang didapat juga
besar, senilai dengan modal yang dikeluarkan atau mungkin lebih banyak.
4. Game
Theory
Membahas mengenai kerja sama, konflik, juga
persaingan, teori ini merupakan salah satu teori yang paling populer karena
penerapannya gak cuma bisa terjadi di lingkup ekonomi saja bahkan hingga ke
politik. Teori ini menentukan langkah dalam pemilihan keputusan secara
strategis dengan cara menelaah beragam faktor yang terlibat. Dari cara ini akan
diketahui berbagai kemungkinan dampak yang dapat terjadi jika suatu keputusan
diambil, sehingga ditemukan langkah yang paling tepat dalam mengambil pilihan.
Contoh: Kamu sedang ingin
membeli sebuah barang di penjual dan ingin menawarnya. Kamu tahu jika penjual
tersebut mematok harga yang tinggi. Untuk mendapat harga termurah, kamu memberi
tahu harga yang dipatok penjual lainnya terhadap penjual tersebut di mana
harganya jauh lebih murah di penjual lain. Kamu melakukannya karena ketika
penjual menyadari harga yang dijual oleh penjual lainnya lebih murah, dia akan
bersaing dan memasang harga terendah guna bisa merebut pelanggan. Dengan
begitu, kamu bisa mendapat harga termurah untuk barang yang ingin kamu beli.
5. The Law
of Diminishing Returns
Prinsip populer lainnya di dalam ilmu ekonomi ini
juga membuktikan bahwa untuk meningkatkan hasil (output) harus
dibutuhkan peningkatan faktor-faktor produksi (input) secara
keseluruhan. Jika hanya salah satu faktor saja yang ditingkatkan, sementara
yang lainnya stagnan, output diperkirakan malah akan menurun.
Contoh: Kamu kehausan dan
membeli dua botol minuman dingin. Meski kamu menghabiskan kedua botol, namun
pada akhirnya kamu hanya menikmati botol pertama karena saat mengonsumsi botol
kedua kamu sudah kembung. Sehingga kenikmatan dan kepuasan meminum minuman
tersebut hanya kamu rasakan di botol pertama saja lantaran kamu mengonsumsi
terlalu banyak.
Tidak sulit bukan membuktikan keberadaan konsep
dan teori ekonomi di kehidupan kita. Jika kamu sudah mengetahui dan mempelajarinya,
kamu nanti juga bisa merasakan manfaatnya. Karena konsep dan teori tersebut
bisa membantu kamu dalam membuat berbagai keputusan di kehidupanmu ketika kamu
menerapkannya dengan benar.
Sumber : https://business.idntimes.com/economy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *