Sumber: kompas.com

Memperingati Hari Pajak 14 Juli, Yuk Kenali Sejarah di Baliknya!

Sebagai warga negara Indonesia yang baik dan bertanggung jawab, membayar pajak setiap tahun merupakan kewajiban. Menurut pengertiannya, pajak adalah pungutan wajib dari rakyat untuk negara. Setiap uang pajak yang dibayarkan oleh rakyat, akan dialokasikan dalam pos pendapatan negara dari sektor pajak, biasanya dana dari pajak sendiri digunakan untuk membiayai belanja pemerintah pusat maupun daerah demi kepentingan rakyat.

Pemungutan pajak di Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu. Pada era VOC sendiri, pajak merupakan hal wajib yang diterapkan di beberapa daerah yang dikuasai secara langsung seperti daerah Batavia dan Maluku.

Radjiman Wedyodiningrat merupakan tokoh yang mengemukakan pendapatnya saat sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mengenai pajak dalam peraturan perundang-undangan. Menurutnya, harus ada aturan hukum tentang pungutan pajak di Indonesia. Rapat BPUPKI ini berlangsung pada tanggal 10-17 Juli 1945 dan usulan tentang pajak dikemukakannya pada tanggal 14 Juli 1945.

Akhirnya kata “pajak” ada dalam Rancangan Kedua UUD pada pasal 23 butir kedua yang ada BAB VII yang berbunyi, “Segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan undang-undang”. Semenjak saat itu, pembahasan mengenai pajak terus mengalir hingga akhirnya dimasukkan sebagai sumber penerimaan utama negara pada tanggal 16 Juli 1945.

Sumber: CNBC Indonesia

Momentum bersejarah tersebut juga merujuk pada catatan dalam dokumen otentik BPUPKI dan PPKI koleksi Abdoel Kareem yang merupakan seorang pegawai Gunseikan (pemerintahan militer) yang bertugas mengikuti jalannya sidang BPUPKI. Dokumen yang berisi notula rinci perjelanan sidang BPUPKI tersebut sempat hilang karena dirampas Belanda ketika masuk Yogyakarta pada tahun 1946. Namun, September tahun 2017, arsip nasional RI akhirnya membuka secara terbatas dokumentasi tersebut. Penelurusan dokumen tersebut menunjukkan sejarah pajak dan negara yang ternyata berhubungan dengan proses pembentukan negara, yaitu saat sidang BPUPKI.

Penetapan Hari Pajak yang jatuh pada tanggal 14 Juli diputuskan melalui surat keputusan Direktur Jenderal Pajak No KEP-31/PJ/2017 tanggal 22 Desember 2017. 14 Juli juga dipilih atas dasar munculnya kata “pajak” pertama kali dalam pembahasan soal pajak dalam rapat BPUPKI pada tanggal 14 Juli 1945. Dan Hari Pajak mulai diberlakukan sejak tahun 2018 silam.

(KAY/TAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *