PENGARUH KEPUTUSAN BI TERHADAP KENAIKAN SUKU BUNGA ACUAN

Kamis, 19 Oktober 2023, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan atau BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) berada di level 6% yang diputuskan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG). Hal tersebut pertama kalinya BI memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunganya setelah berbulan-bulan berada di level 5,75%. Kenaikan ini disebabkan karena perkembangan bank sentral US, yaitu The Fed menaikkan suku bunga sebanyak empat kali sejak Januari 2023 dan saat ini suku bunganya sudah mencapai 5,25-5,5%.

Sumber: investing.com

Mengacu pada putusan tersebut, suku bunga Deposit Facility juga naik menjadi 5,25% dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,75%. Adapun keputusan BI menaikkan suku bunga acuan ini adalah untuk mengantisipasi dari rencana The Fed yang masih akan menaikkan suku bunganya, memperkuat stabilisasi nilai tukar dari dampak tingginya ketidakpastian global, dan sebagai langkah preemptive dan forward looking memitigasi dampaknya ke imported inflation.

Sumber: cnbcindonesia.com

Kondisi ini pun memengaruhi kinerja perbankan. Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) melambat menjadi 6,54% secara tahunan per September 2023 dari bulan sebelumnya 6,62% yoy. Lalu, penyaluran kredit hanya tumbuh 8,96% dari sebelumnya 9,04%.

Pasca kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Jum’at, 20 Oktober 2023 pun mengalami peranjlokan 1,12% ke level 6.849,168 dari level 6.926,780. Pergerakan IHSG ini pun masih dibayangi oleh gelombang tekanan yang belum akan berakhir. Sebelumnya, pada sesi terakhir perdagangan IHSG sendiri berada di zona merah dan ditutup di posisi Rp15.870/US$.

Namun, tidak hanya IHSG saja yang terkena dampak dari kenaikan suku bunga acuan, tetapi terdapat beberapa dampak nyata lain dari kenaikan ini, di antaranya biaya KPR hingga pinjaman usaha membengkak, penyaluran kredit anjlok, pertumbuhan sektor rill terhambat, dan masyarakat beralih menabung daripada spending.

Kenaikan suku bunga ini akan terus dipertahankan oleh Bank Indonesia, supaya selisih suku bunga BI dengan The Fed tidak lagi menipis dan hal ini akan membantu penguatan rupiah untuk kedepannya. (AM/NM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *