Sumber: warta.jogjakota.go.id

Pengelolaan Sampah di Lingkungan TPS: Pentingnya Kesadaran Masyarakat terhadap Sampah di Lingkungan Sekitar

Tahukah kamu? Sampah pada dasarnya merupakan material sisa hasil aktivitas mahkluk hidup maupun proses alam yang terbuang. Material sisa ini berasal dari manusia, hewan, atau tumbuhan, yang sudah tidak terpakai. Namun, saat ini kebanyakan sampah yang ada berasal dari sisa produksi rumah tangga dan industri.

Permasalahan sampah saat ini merupakan salah satu masalah umum yang belum teratasi secara menyeluruh, lho. Sampah yang tidak diurus dengan baik akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan bahkan membahayakan kesehatan mahluk hidup. Nah, salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah ini. Banyak masyarakat yang masih sering membuang sampah  sembarangan dengan berbagai alasan nih, seperti tidak adanya tempat khusus yang disediakan oleh pihak yang berwenang, rasa malas, dan ketidakpedulian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

Sumber: warta.jogjakota.go.id

Permasalahan sampah ini pun sering disalahkan pada pemerintah karena tidak dapat mengatasinya secara cepat. Padahal, masyarakat sendiri yang tidak menyadarinya bahwa permasalahan sampah ini tidak harus ditangani oleh pemerintah saja. Nah, untuk itu perlu juga partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pemeliharaan lingkungan agar tidak terjadi permasalahan sampah.

Dalam mengatasi permasalahan sampah, pemerintah saat ini berusaha agar dapat memberikan solusi yang tepat dan mengubah pandangan masyarakat. Padahal, sampah bisa bermanfaat dan meningkatkan perekonomian, lho. Dengan begitu, terbentuklah masyarakat yang hidup bersih dan sehat dengan meminimalisir jumlah sampah yang ada.

Sampah yang kita hasilkan biasanya dibuang ke tempat sampah, kemudian dibawa ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). TPS adalah tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang, pengolahan, atau tempat pengolahan sampah terpadu. Dari TPS, sampah diangkut dan dibawa menggunakan truk sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). TPA berfungsi untuk memproses dan mengembalikan sampah ke lingkungan dengan aman bagi manusia dan lingkungan.

Masyarakat sangat berpengaruh besar dalam mengelola sampah untuk mencegah penumpukan yang dapat menyebabkan banjir, nih. Di Kota Yogyakarta, misalnya, masyarakatnya aktif mengelola sampah menjadi RDF. Pemerintah setempat melakukan desentralisasi pengolahan sampah setelah menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Tahap awal pengolahan sampah dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) Nitikan dengan kapasitas 75 ton/hari, salah satunya menghasilkan  bahan bakar alternatif Refused Derived Fuel (RDF).

Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Ahmad Haryoko mengatakan di TPS 3R Nitikan menyiapkan dua jenis mesin, yaitu satu modul mesin RDF dan 3 mesin gibrig. Mesin RDF menghasilkan produk RDF sebagai bahan bakar alternatif, sedangkan mesin gibrig untuk memilah sampah organik dari sampah anorganik dan hasilnya bisa langsung digunakan sebagai pupuk. Hasil pengolahan sampah menjadi RDF tersebut akan dikirim ke Cilacap, Kendal, dan Pasuruan untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif di pabrik semen.

Nah, masyarakat diharapkan untuk tetap menerapkan sistem gerakan “zero sampah” anorganik dan menggunakan metode pengolahan limbah biopori di Jogja atau Mbah Dirjo. Sampah-sampah anorganik dibawa ke bank sampah dan sampah anorganik diolah dengan biopori atau lainnya, sehingga sampah yang dibawa ke depo hanya berupa residu, seperti popok, pembalut, dan kemasan yang tidak dapat didaur ulang di bank sampah. (KMU/ASM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *