Masa Depan Ganda Campuran Indonesia

Google.com

Setelah Butet (Liliyana Natsir) memutuskan untuk gantung raket pada 27 Januari 2019, Indonesia kehilangan salah satu unggulannya di bidang bulu tangkis. Pasangan dari Owi (Tontowi Ahmad) itu resmi gantung raket setelah turnamen Indonesia Masters 2019 yang dilaksanakan pada 22-27 Januari 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. Pada turnamen tersebut, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir berhasil mencapai partai final. Namun, di partai final mereka takluk dari pasangan China, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong dan harus puas dengan hanya mampu meraih posisi kedua. Setelah Butet pensiun, bagaimanakah nasib ganda campuran Indonesia?.

Saat ini Indonesia memiliki lima pasangan ganda campuran yang masuk dalam 25 besar peringkat BWF (Badminton World Federation), yaitu Hafiz Faisal dan Gloria Emanuelle Widjaja pada peringkat 10, Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktaviati pada peringkat 11, Rinov Rivaldy dan Pitha Haningtyas Mentari pada peringkat 19, Alfian Eko Prasetya dan Marsheilla Gischa Islami pada peringkat 23 serta Akbar Bintang Cahyono dan Winny Oktavina Kandow pada peringkat 25.

Pada tahun 2018, Hafiz dan Gloria berhasil keluar sebagai juara di event Thailand Open 2018 dan pada awal tahun 2019 mereka menjadi runner-up di German Open 2019. Saat ini, Hafiz dan Gloria telah mengumpulkan 58.690 poin. Hafiz dan Gloria hanya selisih 310 poin dengan pasangan peringkat sembilan dunia dari Malaysia, Goh Soon Huat dan Lai Shevon Jemie yang memiliki 59.000 poin.

Selanjutnya, ada Praveen dan Melati yang di tahun 2019 ini telah mengikuti lima turnamen. Pada turnamen terakhir yang mereka ikuti, yaitu India Open 2019, mereka berhasil keluar sebagai runner-up pada turnamen tersebut. Mereka juga berhasil lolos hingga babak semifinal pada salah satu turnamen besar bulu tangkis, yakni All England 2019. Hingga saat ini Praveen dan Melati berhasil mengumpulkan angka poin sebanyak 57.840 poin.

Lalu, ada Rinov dan Pitha yang berhasil menjuarai turnamen Bangka Belitung Indonesia Masters 2018 dan menjadi runner-up dalam turnamen Syed Modi Internasional Badminton Championships 2018. Di tahun 2019, Rinov dan Pitha telah mengikuti enam turnamen dan menjadi runner-up di Swiss Open 2019. Kala itu, mereka harus takluk dari pemain asal Denmark, Mathias Bay-Smidt dan Rikke Soby. Saat ini, Rinov dan Pitha telah mengumpulkan 44.440 poin dan berhasil menempati peringkat 19 dalam BWF (Badminton World Federation).

Alfian Eko Prasetya dan Marsheilla Gischa Islami saat ini menduduki posisi 23 dunia dengan 38.470 poin. Di tahun 2018 lalu, mereka berhasil menjadi juara di turnamen Finnish Open 2018 dan Chinnese Taipei Open 2018 serta menjadi runner-up di turnamen Vietnam Open 2018. Namun, pada turnamen Thailand Masters 2019 langkahnya harus terhenti di babak perempat final setelah dikalahkan oleh pemain Malaysia, Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying.

Akbar Bintang Cahyono dan Winny Oktavina Kandow di tahun 2018 lalu menjadi juara di turnamen Hyderabad Open 2018 setelah mengalahkan pemain asal India, Pranaav Jerry Chopra dan Reddy N. Sikki. Di turnamen Thailand Masters 2019, langkah Akbar dan Winny terhenti di babak perempat final setelah kalah dari pemain Hong Kong, Tang Chun Man dan Ng Tsz Yau.

Saat ini mereka sedang mengikuti turnamen Malaysia Masters 2019. Turnamen Malaysia Master belangsung pada tanggal 2-7 April 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Pemenang pada turnamen Malaysia Open 2019 ini akan mendapat hadiah sebesar 700.000 dolar Amerika Serikat. (LRI/RFH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

casibom
marsbahis