ILUSI GROSS DOMESTIC PRODUCT DALAM MENGGAMBARKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI NEGARA INDONESIA

Gross domestic product (GDP) digunakan oleh seluruh negara sebagai indikator dalam menggambarkan keberhasilan ekonomi suatu negara. GDP mengukur nilai output (barang dan jasa) akhir suatu negara yang dihasilkan dalam rentang waktu tertentu, biasanya per tiga bulan. Dalam pertumbuhannya di Indonesia, selama beberapa dekade terakhir GDP Indonesia berkembang pesat. Bahkan, Indonesia termasuk ke dalam 20 besar negara dengan GDP tertinggi dunia berdasarkan data dari IMF. Namun, tingginya GDP negara Indonesia sebenarnya adalah suatu ilusi dalam menggambarkan kesejahteraan ekonomi.

Persepsi orang banyak tentang tingginya GDP negara Indonesia berdampak pada semakin baiknya kesejahteraan ekonomi Indonesia merupakan suatu persepsi yang keliru. Tingginya GDP negara Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, bisa karena jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak atau ketimpangan yang sangat hebat. Perlu diperhatikan bahwa GDP adalah suatu ukuran agregat sehingga GDP tidak cukup mampu untuk menggambarkan kenyataan riil kesejahteraan ekonomi masyarakat Indonesia.

Ketimpangan ekonomi yang dihadapi negara Indonesia sangat serius. Dikutip dari cnbcindonesia.com, 1% golongan orang terkaya di Indonesia, jumlah kekayaannya sama dengan 46,6% total kekayaan seluruh penduduk Indonesia. Kemudian, sebagian besar pertumbuhan ekonomi Indonesia terfokus di wilayah perkotaan, sementara di wilayah pedesaan masih banyak masyarakat Indonesia yang mengalami keterbatasan menghadapi peluang ekonomi. Ketimpangan dan kesenjangan tersebut berarti masih banyak masyarakat Indonesia yang belum sejahtera keadaan ekonominya.

Tingginya GDP juga tidak serta merta menggambarkan kualitas hidup yang baik bagi masyarakat di suatu negara. Pengukuran GDP tidak memperhatikan faktor lain bagi kesejahteraan masyarakat, seperti tingkat pendidikan, layanan kesehatan, dan lainnya, melainkan hanya mengukur nilai produksi ekonomi negara saja. Itulah mengapa tingginya GDP Indonesia menjadi ilusi dalam menggambarkan kesejahteraan masyarakat.

Pada dasarnya, gross domestic product (GDP) mampu menggambarkan volume dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Akan tetapi, GDP saja tidak cukup untuk dijadikan satu-satunya indikator dalam menggambarkan kenyataan riil kesejahteraan masyarakat. Ketimpangan ekonomi yang tinggi, serta kualitas hidup masyarakat Indonesia yang rendah menjadi bukti konkret bahwa tingginya GDP Indonesia hanyalah suatu ilusi dalam menggambarkan kesejahteraan ekonominya. (SAL/TB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *